15 Agustus 2020 - 08:24
Transformasi Asia Barat 14 Agustus 2020

Transformasi Asia Barat selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai kesepakatan antara rezim Zionis Israel dan Uni Emirat Arab untuk menjalin hubungan diplomatik yang memicu reaksi dari berbagai kalangan termasuk dari Palestina.

Selain itu, masalah pengunduran diri Hassan Diab dari jabatan perdana menteri Lebanon, statemen Bashar Assad bahwa sanksi AS terhadap Suriah demi mendukung teroris, amnesti internasional menyerukan pembebasan anggota Hamas di penjara Saudi, putra mahkota Arab Saudi menyandera keluarga salah satu buronannya, Qatar mengecam statemen anti-Iran sekjen P-GCC dan Turki melanjutkan serangan udara di wilayah utara Irak.

Hamas dan Jihad Islam: Palestina Bersatu Lawan Perjanjian UEA dan Rezim Zionis

Ketua biro politik Hamas dan sekjen gerakan Jihad Islam Palestina menekankan pembatalan kesepakatan antara UEA dengan rezim Zionis, dan gerakan Palestina akan mengambil tindakan untuk melawannya.

Ismail Haniyeh dan Ziyad al-Nakhalah dalam kontak telepon hari Kamis (13/8/2020) bersepakat untuk mengambil tindakan bersama melawan perjanjian antara UEA dan rezim Zionis dengan memperkuat persatuan nasional Palestina.

Pengumuman resmi normalisasi hubungan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv, memicu reaksi dari Otoritas Palestina dengan menarik duta besarnya di  Abu Dhabi, dan memanggil duta besar UEA di Ramallah.

Rezim Zionis Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai normalisasi hubungan sebagai bagian dari upaya Presiden AS, Donald Trump mengimplementasikan Kesepakatan Abad yang menargetkan pengakuan terhadap eksistensi Israel oleh negara-negara Arab dan Muslim.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam bereaksi keras terhadap tindakan memalukan Abu Dhabi yang mengumumkan dimulainya hubungan diplomatik antara UEA dan rezim Zionis.

Hassan Diab Mundur dari Jabatan PM Lebanon

Perdana Menteri Lebanon malam ini, Senin (10/8/2020) menyampaikan pidato terkait pengunduran dirinya, dan perkembangan terbaru di negara itu.

Sasiun televisi Al Mayadeen melaporkan, Hassan Diab dalam pidatonya mengatakan, telah terjadi sebuah bencana di Lebanon, sebagai buah dari korupsi akut dalam pemerintahan, dan pengelolaan negara.

Ia menambahkan, korupsi sudah sangat melembaga di Lebanon, dan ada sekelompok orang yang ingin mencegah perbaikan kondisi Lebanon.

Menurut Diab, kami sedang berhadapan dengan sebuah bencana besar, dan mereka yang bersikeras menjaga negara, harus bekerjasama dengan menghormati masyarakat banyak.

Bashar Assad: Sanksi AS terhadap Suriah demi Mendukung Teroris

Presiden Suriah, Bashar Assad mengatakan bahwa Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Suriah demi mendukung kelompok teroris yang beroperasi di negaranya.

Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam sidang pembukaan parlemen Suriah hari Rabu (12/8/2020) menyebut Undang-Undang Caesar sebagai langkah baru AS untuk meningkatkan tekanan terhadap Suriah.

"Rezim bajak laut sepanjang sejarah melancarkan sanksi semacam itu terhadap negara lain," ujar Assad.

Mengenai dampak sanksi AS terhadap Suriah, Bashar Assad mengatakan bahwa sanksi tersebut lebih banyak merugikan rakyat Suriah, yang bertentangan dengan klaim pejabat Gedung Putih selama ini.

Presiden Suriah mengungkapkan bahwa Amerika Serikat membutuhkan teroris termasuk Daesh di kawasan.

"Setiap kali teroris gagal menjalankan misi mereka, Amerika Serikat akan menggunakan kekuatannya untuk meningkatkan ketegangan," papar Assad.

Ia juga menunjukkan bahwa serangan udara dan agresi rezim Zionis baru-baru ini di beberapa daerah Suriah sejalan dengan kepentingan AS untuk mendukung terorisme, terutama memfasilitasi pergerakan Daesh di Suriah.

342/